Tampilkan postingan dengan label Al Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Quran. Tampilkan semua postingan

Kamis, Mei 14, 2009

Membiasakan Membaca Al Quran


Al Quran adalah kitab suci umat Islam yang digunakan sebagai sumber hukum sekaligus tuntunan, pedoman, dan pegangan hidup seluruh umat Islam. Al Quran merupakan petunjuk dan penyelamat kita di dunia maupun di akhirat. Ayat-ayat suci yang terdapat di dalam Al Quran bagaikan puisi-puisi terindah sepanjang masa.

Membaca Al Quran merupakan salah satu ibadah yang wajib bagi umat Islam. Umat Islam yang senantiasa membaca Al Quran ikhlas karena Allah swt maka Allah swt akan melimpahkan rahmat dan ridho-Nya, sehingga ia selalu berada di dalam lindungan Allah swt. Al Quran, memang sebuah petunjuk yang menuntun umat Islam dan menjadi cahaya kehidupan. Selain itu, membaca Al Quran mampu membuat hati seseorang menjadi lebih tenang, karena Al Quran merupakan obat penawar segala macam penyakit, baik rohani maupun jasmani pada diri manusia. Seperti dalam firman Allah swt dalam surat Yunus ayat 57 yang berbunyi: “Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus:57)

Perintah membaca Al Quran terdapat dalam surat Al Alaq ayat 1-5, yang menjelaskan pentingnya membaca Al Quran. Namun tidak sebatas membacanya saja, melainkan penting pula untuk mempelajarinya, mengkaji lebih dalam, menghayatinya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan dalam hadits menyebutkan bahwa membaca Al Quran akan mendatangkan pahala bagi yang membacanya.

Rasulullah saw bersabda:

“Bacalah kamu akan Al-Quran, sesungguhnya (al-Quran) akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pembaca-pembacanya.” (HR. Muslim)

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Tarmidzi)

Membaca Al Quran perlu diajarkan dan dibiasakan sejak dini. Pada umumnya, anak-anak usia pra sekolah sudah mulai dimasukkan oleh orangtuanya ke suatu lembaga pendidikan islam seperti TPA/TPQ. Di lembaga pendidikan tersebut anak akan diajarkan membaca huruf arab dengan menggunakan buku “Iqro” hingga belajar membaca Juz Amma dan Al Quran. Sedari kecil, umat Islam diharapkan terbiasa dan senantiasa membaca, mencintai, dan menghayati Al Quran.

Namun, peran orangtua dalam membiasakan anak membaca Al Quran juga sangat penting terutama di dalam rumah. Rumah merupakan tempat pertama kali anak mendapat pendidikan, terutama dari orangtuanya. Didikan orangtua di rumah akan terlihat pada pembentukan kepribadian sang anak. Apabila orangtua mengajarkan hal-hal yang baik sesuai syariat agama Islam, maka ajaran atau didikan tersebut akan selalu tertanam pada anak hingga ia beranjak dewasa.

Orangtua, dalam hal ini ayah dan ibu, tidak hanya memerintahkan atau menyuruh sang anak untuk beribadah dan membaca Al Quran. Ayah dan ibu di rumah wajib memberikan contoh teladan. Misalnya saja dengan senantiasa membaca Al Quran di rumah setelah sholat maghrib atau subuh, ataupun di waktu lainnya. Untuk itu, para orangtua juga diharapkan memiliki kesadaran dalam membiasakan membaca Al Quran pada dirinya sendiri terlebih dahulu. Mungkin bagi yang tidak terbiasa, membaca Al Quran secara rutin akan terasa berat. Namun bila kita berpikir, begitu banyak waktu yang dapat kita habiskan untuk menonton televisi, membaca koran atau majalah, menjelajahi internet, serta kegiatan yang bersifat duniawi lainnya, maka tidak ada salahnya bila seharusnya kita juga dapat meluangkan waktu untuk membaca dan mempelajari Al Quran.

Apabila orangtua sudah membiasakan dirinya membaca Al Quran, maka untuk seterusnya dapat mengajak sang anak untuk membaca bersama, mengajarkannya, dan bertadabur. Memanfaatkan waktu dengan beribadah dengan seluruh anggota keluarga di rumah merupakan saat yang sangat berharga dibandingkan dengan kegiatan lainnya.

Betapa pentingnya membiasakan membaca Al Quran sejak dini. Bila sudah ditanamkan sejak kecil, Insya Allah akan terus menjadi kebiasaan hingga anak beranjak dewasa dan seterusnya. Orangtua pun akan bangga dengan kebiasaan membaca Al Quran pada sang anak. Keadaan rumah pun akan terasa lebih nyaman dengan lantunan ayat-ayat suci Al Quran. Dan yang terpenting adalah harapan akan rahmat dan ridho Allah swt demi mencapai kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

Wallahualam bishshawab.

Membiasakan Membaca Al Quran


Al Quran adalah kitab suci umat Islam yang digunakan sebagai sumber hukum sekaligus tuntunan, pedoman, dan pegangan hidup seluruh umat Islam. Al Quran merupakan petunjuk dan penyelamat kita di dunia maupun di akhirat. Ayat-ayat suci yang terdapat di dalam Al Quran bagaikan puisi-puisi terindah sepanjang masa.

Membaca Al Quran merupakan salah satu ibadah yang wajib bagi umat Islam. Umat Islam yang senantiasa membaca Al Quran ikhlas karena Allah swt maka Allah swt akan melimpahkan rahmat dan ridho-Nya, sehingga ia selalu berada di dalam lindungan Allah swt. Al Quran, memang sebuah petunjuk yang menuntun umat Islam dan menjadi cahaya kehidupan. Selain itu, membaca Al Quran mampu membuat hati seseorang menjadi lebih tenang, karena Al Quran merupakan obat penawar segala macam penyakit, baik rohani maupun jasmani pada diri manusia. Seperti dalam firman Allah swt dalam surat Yunus ayat 57 yang berbunyi: “Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus:57)

Perintah membaca Al Quran terdapat dalam surat Al Alaq ayat 1-5, yang menjelaskan pentingnya membaca Al Quran. Namun tidak sebatas membacanya saja, melainkan penting pula untuk mempelajarinya, mengkaji lebih dalam, menghayatinya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan dalam hadits menyebutkan bahwa membaca Al Quran akan mendatangkan pahala bagi yang membacanya.

Rasulullah saw bersabda:

“Bacalah kamu akan Al-Quran, sesungguhnya (al-Quran) akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pembaca-pembacanya.” (HR. Muslim)

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Tarmidzi)

Membaca Al Quran perlu diajarkan dan dibiasakan sejak dini. Pada umumnya, anak-anak usia pra sekolah sudah mulai dimasukkan oleh orangtuanya ke suatu lembaga pendidikan islam seperti TPA/TPQ. Di lembaga pendidikan tersebut anak akan diajarkan membaca huruf arab dengan menggunakan buku “Iqro” hingga belajar membaca Juz Amma dan Al Quran. Sedari kecil, umat Islam diharapkan terbiasa dan senantiasa membaca, mencintai, dan menghayati Al Quran.

Namun, peran orangtua dalam membiasakan anak membaca Al Quran juga sangat penting terutama di dalam rumah. Rumah merupakan tempat pertama kali anak mendapat pendidikan, terutama dari orangtuanya. Didikan orangtua di rumah akan terlihat pada pembentukan kepribadian sang anak. Apabila orangtua mengajarkan hal-hal yang baik sesuai syariat agama Islam, maka ajaran atau didikan tersebut akan selalu tertanam pada anak hingga ia beranjak dewasa.

Orangtua, dalam hal ini ayah dan ibu, tidak hanya memerintahkan atau menyuruh sang anak untuk beribadah dan membaca Al Quran. Ayah dan ibu di rumah wajib memberikan contoh teladan. Misalnya saja dengan senantiasa membaca Al Quran di rumah setelah sholat maghrib atau subuh, ataupun di waktu lainnya. Untuk itu, para orangtua juga diharapkan memiliki kesadaran dalam membiasakan membaca Al Quran pada dirinya sendiri terlebih dahulu. Mungkin bagi yang tidak terbiasa, membaca Al Quran secara rutin akan terasa berat. Namun bila kita berpikir, begitu banyak waktu yang dapat kita habiskan untuk menonton televisi, membaca koran atau majalah, menjelajahi internet, serta kegiatan yang bersifat duniawi lainnya, maka tidak ada salahnya bila seharusnya kita juga dapat meluangkan waktu untuk membaca dan mempelajari Al Quran.

Apabila orangtua sudah membiasakan dirinya membaca Al Quran, maka untuk seterusnya dapat mengajak sang anak untuk membaca bersama, mengajarkannya, dan bertadabur. Memanfaatkan waktu dengan beribadah dengan seluruh anggota keluarga di rumah merupakan saat yang sangat berharga dibandingkan dengan kegiatan lainnya.

Betapa pentingnya membiasakan membaca Al Quran sejak dini. Bila sudah ditanamkan sejak kecil, Insya Allah akan terus menjadi kebiasaan hingga anak beranjak dewasa dan seterusnya. Orangtua pun akan bangga dengan kebiasaan membaca Al Quran pada sang anak. Keadaan rumah pun akan terasa lebih nyaman dengan lantunan ayat-ayat suci Al Quran. Dan yang terpenting adalah harapan akan rahmat dan ridho Allah swt demi mencapai kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

Wallahualam bishshawab.

Senin, Mei 11, 2009

Keutamaan Mengkhatamkan Al Quran


Al Quran sebagai pegangan dan tuntunan hidup umat Islam memiliki banyak keutamaan, terutama apabila dibaca setiap saat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Keutamaan membaca Al quran diantaranya adalah mendapatkan kemuliaan dan syafaat di hari kiamat, serta Allah swt akan menjadikannya sebagai manusia yang terbaik bagi orang yang selalu mempelajari Al quran dan mengajarkannya.

Dalam membaca Al quran, penting sekali untuk membacanya dari awal hingga akhir. Karena ayat-ayat pada kitab suci Al quran mengandung firman-firman Allah swt tentang segala hal yang Ia ciptakan termasuk kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Rahmat dan ridho Allah swt akan tercurah bukan hanya pada orang yang membaca Al Quran, tetapi juga pada orang yang khatam membaca Al quran.

Dari Ibnu Abbas ra, beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw,
“Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al Quran dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi)


Beberapa keutamaan mengkhatamkan Al quran antara lain:

  • Merupakan amalan yang paling dicintai Allah swt. Hal ini berdasarkan pada hadits riwayat Tirmidzi di atas, bahwa membaca Al quran dari awal hingga akhir merupakan amalan yang dicintai Allah swt. Bila Allah swt mencintai hamba-Nya yang mengkhatamkan Al quran, maka Allah swt pun senantiasa memberikan rahmat dan ridho kepadanya.
  • Orang yang mengikuti khataman Al Quran, seperti mengikuti pembagian ghanimah. Dari Abu Qilabah, Rasulullah saw mengatakan, “Barangsiapa yang menyaksikan (mengikuti) bacaan Al Quran ketika dibuka (dimulai), maka seakan-akan ia mengikuti kemenangan (futuh) fi sabilillah. Dan barangsiapa yang mengikuti pengkhataman Al Quran maka seakan-akan ia mengikuti pembagian ghanimah.” (HR. Addarimi)
  • Didoakan oleh malaikat. Siapa yang tak mau didoakan oleh malaikat, terutama doa akan keselamatan kita di dunia dan di akhirat. Karena malaikat adalah makhluk suci yang akan menyampaikan amalan-amalan kita kepada Allah swt, termasuk mengkhatamkan Al Quran. Dari Mus’ab bin Sa’d, dari Sa’d bin Abi Waqas, beliau mengatakan, “Apabila Al Quran dikhatamkan bertepatan pada permulaan malam, maka malaikat akan bersalawat (berdoa) untuknya hingga subuh. Dan apabila khatam bertepatan pada akhir malam, maka malaikat akan bershalawat/berdoa untuknya hingga sore hati.” (HR. Addarimi.)
  • Mengikuti sunnah Rasulullah saw. Hal ini tergambar dari hadits berikut: Dari Abdullah bin Amru bin Ash, beliau berkata, “Wahai Rasulullah saw, berapa lama aku sebaiknya membaca Al Quran?” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam satu bulan.” Aku berkata lagi, “Sungguh aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam dua puluh hari.” Aku berkata lagi, “Aku masih mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah.” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam lima belas hari.” “Aku masih lebih mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah.” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam sepuluh hari.” Aku menjawab, “Aku masih lebih mampu lagi, wahai Rasulullah.” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam lima hari.” Aku menjawab, “Aku masih lebih mampu lagi, wahai Rasulullah.” Namun beliau tidak memberikan izin bagiku. (HR. Tirmidzi)


Di dalam mengkhatamkan Al Quran, Rasulullah saw telah mengajarkan kita tentang waktu yang sebaiknya digunakan ketika hendak mengkhatamkan Al quran. Beliau mencontohkan bahwa tidak boleh terburu-buru dalam membaca dan mengkhatamkan Al quran agar dapat menghayati ketika membacanya serta memahami ayat-ayat Al quran. Batasan waktu paling minimal dalam mengkhatamkan Al Quran adalah tiga hari. Sedangkan mengkhatamkan Al Quran kurang dari tiga hari, Rasulullah saw melarangnya.

Dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah saw., beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al Quran (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus malarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari)

Dari Abdullah bin Amru, beliau mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan dapat memahami/menghayati Al Quran, orang yang membacanya kurang dari tiga hari.” (HR. Abu Daud)

Rasulullah saw tidak pernah mengkhatamkan Al Quran dalam satu malam. Dari Aisyah ra, beliau mengatakan, “Aku tidak pernah tahu Rasulullah saw mengkhatamkan Al Quran secara keseluruhan pada malam hingga fajar.” (HR. Ibnu Majah)